Kekurangan Guru, Tak jadi Kendala SMPIT untuk Tingkatkan SDM Kukar
Wakil Kepala SMP IT Nurul Ilmi Tenggarong Ibrahim Amin
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,
KUKAR-
SMPIT Nurul Ilmi Tenggarong mengalami kekurangan tenaga pendidik, namun hal ini
bukan berarti menjadi kendala yang signifikan untuk memajukan SDM Kukar, sebab
kegiatan belajar mengajar masih bisa berjalan dengan lancar.
Wakil Kepala SMP IT Nurul Ilmi Tenggarong
Ibrahim Amin mengatakan, dengan kurangnya tenaga pendidik, artinya setiap guru
saling mengisi satu sama lain, dengan keahlian yang dimilikinya. Karena ada
beberapa mata pelajaran (mapel) yang harus dihandle.
"Mapel yang gurunya tidak mencukupi
seperti guru Bahasa Indonesia, Tahfidz, bekum lagi gurunya kalau ambil
pendidikan profesi, pastinya guru itu cuti. Tentunya ini kita saling
menghandle, agar proses pembelajaran bisa berjalan dengan baik,"
kata Ibrahim Amin kepada Poskotakaltimnews, di SMP IT, belum lama ini.
Sementara jumlah tenaga pendidik di SMP IT
Nurul Ilmi Tenggarong ada 33 guru, diluar dari staf, TU, dan lainnya. Sedangkan
efektifnya masih membutuhkan tenaga pendidik sekitar 60 guru.
"Hal ini sudah dikoordinasikan dengan
Yayasan, untuk pengajuan tenaga pendidik ke Yayasan Nurul Ilmi Koetai
Kartanegara. Kami hanya mengusulkan sesuai dengan analis kebutuhan, setelah itu
Yayasan akan proses dan membuka perekrutan," sebutnya.
Sementara respon dari pihak Yayasan Nurul
Ilmi terkait dengan tenaga pendidik, sedang berusaha mencari guru yang sesuai
dengan kebutuhan sekolah. Menurutnya untuk mendapatkan tenaga pendidik, pihak
Yayasan bisa bersinergi dengan akademisi yang ada di Kaltim.
"Kita berharap kekosongan ini bisa
segera terisi," tutupnya.(riz)